Skip to main content

Perlakuan Rizky Febian dan Putri Delina pada Anak Teddy Kini Terkuak, Putra Sule Tak Lagi Datang


Nasib suami mendiang Lina Jubaedah, Teddy Pardiyana jadi sorotan. Dulu sempat heboh dengan anak-anak Sule yakni Rizky Febian dan Putri Delina soal warisan.

Penampilan Teddy Pardiyana jadi sorotan. Ayah tiri Rizky Febian dan Putri Delina itu terlihat kurus.

Bukan hanya itu, Teddy Pardiyana juga tinggal di rumah gubuk bersama sang putri, Bintang.

Nah, dalam kesempatan itu, Teddy juga menyinggung soal perlakuan Rizky Febian dan Putri Delina pada anaknya kini.

Memang, saat Sule dan Nathalie Holscher pamer kebahagiaan jelang kelahiran anak, nasib berbeda dialami Teddy Pardyana suami mendiang Lina.

Sambil meratap pilu, Teddy mengaku kini ia sendirian mengurus Bintang, putri dari almarhumah Lina.

Tempat tinggal Teddy bersama anaknya pun begitu sederhana.

Teddy tinggal di sebuah rumah gubuk bambu yang terasing dari keramaian.

Lokasinya berada di pelosok Kota Bandung.

Tak hanya itu, rumah Teddy pun dikelilingi oleh ilalang dan tumbuhan liar.

Rumah Teddy ini tentu sangat jauh berbeda dengan istana Sule yang berdiri megah di Tambun Bekasi.

Hal itu terlihat di tayangan Status Selebriti SCTV.

Ketika didatangi wartawan, tampak Teddy tengah menyiapkan susu untuk Bintang.

Diakui Teddy, dirinya saat ini menjadi single father yang mengurus Bintang.

"Single Father ya, susah emang buat ngegantiin sosok seorang ibu. Tugas ibu itu memang berat banget," ucap Teddy, dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube SCTV, Rabu (27/10/2021).

Sendirian mengurus Bintang, Teddy mengaku ia kehilangan berat badan cukup banyak.

Alhasil, Teddy pun kini terlihat sangat kurus.

"Kurusan ya? Saya turun 20 kg," papar Teddy.

Disebutkan Teddy, kegiatan sehari-harinya saat ini adalah mengurus Bintang, anak dari mendiang Lina.

"Saya sekarang lebih fokus ke anak. Karena kan begitu tugas seorang ibu. Malam harus stand by, misal tidur jam 8, nanti pasti Bintang haus jam berapa tuh. Tentu kita harus menyiapkan susunya," tambahnya.

Bahkan Teddy menyebutkan gara-gara mengurus Bintang, ia menganggur dan tak menerima pekerjaan di luar.

"Karena saya dulu kerja di luar, kalau sekarang nggak, Indonesia kan susah.

Jadi selama dua tahun saya nganggur, ngurus dede aja di rumah," beber Teddy Pardiyana.

Selain bercerita soal mengurus Bintang, Teddy menyinggung soal harta warisan mendiang Lina untuk anaknya.

Teddy mengaku hingga 2 tahun lebih ini, Bintang belum menerima sepeser pun harta warisan Lina.

Alhasil, Teddy pun kini harus hidup pas-pasan bersama Bintang.

"Harta hak waris Bintang saja sampai sekarang belum dikasih. Sampai 2 tahun lebih ini belum dikasih," papar Teddy.

Meski begitu, Teddy mengaku menyerahkan semua soal harta warisan itu pada pengacaranya.

Menurutnya, saat ini ia tengah fokus untuk membesarkan Bintang.

"Ini udah tugas lawyer saja lah. Saya gak usah mikirin. Saya fokus ke si dede aja," ucap Teddy.

Teddy juga mengatakan bahwa Rizky Febian dan Putri Delina memberikan perhatian kepada Bintang.

Namun lantaran pandemi, mereka tak bisa berkunjung.

Sebelumnya, Rizky dan Putri Delina sendiri sudah mengatakan jika apapun keperluan Bintang, mereka siap memberikan bantuan.

Simak video selengkapnya: Klik

3 Dosa Besar akibat Berebut Warisan Menurut Buya Yahya

Berebut harta warisan tentu merupakan perbuatan tidak terpuji yang dapat mendatangkan dosa.

Harta warisan yang ditinggalkan orangtua seringkali justru menjadi sebab perselisihan dalam keluarga bahkan berakhir dengan perpecahan.

Hukum mengenai waris sudah ditetapkan dalam Islam melaui Al-quran dan hadist, namun seringkali rasa tidak adil, tidak puas, iri, dan kecewa menggerogoti hati manusia dan menyebabkan perebutan warisan antar saudara.

Dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV Buya Yahya menjelaskan bahwa terdapat 3 dosa besar yang berawal dari rebutan hak waris.

Mirisnya hal ini tidak hanya disebabkan oleh perebutan yang dilakukan orang awam, namun juga bisa dilakukan orang alim atau orang yang rajin ibadah.

Buya Yahya mengingatkan agar umat Islam merasa waspada terhadap godaan warisan baik bagi orang kaya maupun orang fakir.

"Kalau sudah berbuat waris coba, bukan hanya orang yang kaya. Jangan sampai yang fakir merasa aman, sebab yang gede setannya, yang menggoda," kata Buya Yahya.

Warisan yang direbutkan pun kadangkala bukanlah benda mahal dan berharga, melainkan bisa juga barang sepele yang semula tidak ada artinya.

"Yang direbutkan kadang bukan sesuatu yang berharga. Mungkin meja yang sudah retak, sudah lapuk, mungkin kaki sudah patah, mungkin kursi yang sudah pada patah kakinya, yang diperebutkan adalah sesuatu yang sudah tidak bernilai, tapi lihat semangatnya berebut itu luar biasa," kata Buya Yahya.

"Bahkan, kalau yang namanya waris itu, sesuatu yang semula tidak berharga itu giliran dimanfaatkan, eh, saudaranya itu jadi kecewa, jadi marah," lanjutnya.

Ia mencontohkan misalnya orangtuanya meninggalkan barang-barang yang sudah tidak layak dan di simpan di gudang, seperti karpet atau perabotan yang sudah rusak.

Lalu ada salah satu dari saudara tersebut yang mengambilnya dari gudang dan membersihkannya, kemudian dipajang di rumahnya.

"Di pajang kelihatan bagus setelah itu. Itu lihat, yang semula tidak memperhatikan gara-gara lihat panci atau apa pun pindah itu langsung marah. Yang gede setannya," kata Buya Yahya.

"Maka tolong waspada jangan merasa aman diri kita darinya. Dijerumuskan oleh iblis dan setan dalam urusan dunia ini," lanjut dia.

Buya yahya mengutip hadist yang artinya: "Setan ingin menanamkan kebencian dari yang namanya harta peninggalan ini,"

Berebut warisan dapat mendatangkan tiga dosa besar sekaligus.

"Dan kalau sudah orang merebut waris ini melalukan dosa gede tiga langsung," kata Buya Yahya.

"Yang pertama adalah dosa merebut harta saudaranya dosa gede," lanjutnya.

"Yang kedua memutus tali persaudaraan dosa gede. Yang ketiga adalah (me)nyakiti hati orangtuanya," ujarnya.

Dosa-dosa besar ini hukumannya adalah disiksa dalam neraka jahanam. Yaitu neraka yang paling menyakitkan.

"Cukup satu saja Allah masukkan neraka jahanam," ungkap Buya Yahya.

Namun, dapatkah dosa-dosa ini dihindari oleh orang yang rajin beribadah?

Untuk hal ini Buya Yahya mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW sudah menyebutkan bahwa berebut warisan lebih rusak daripada serigala, merusak agama.

"Kalau orang punya sifat semacam itu sudah, kelihatan khusyuk, ahli sholat, ahli ibadah, ternyata dia adalah orang yang sangat jahat hatinya,"

"Bahkan bukan hanya saja orang bodoh, orang alim pun bisa masuk wilayah ini, hati-hati," kata Buya Yahya.

(*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar