Skip to main content

Kisah Paramitha Rusady Koma 4 Hari saat Melahirkan Anak Pertama di Usia 41 Tahun


Bunda masih ingat dengan artis ternama Paramitha Rusady? Ya, wanita dengan nama asli Raden Pradnya Paramitha Chandra Devy Rusady ini adalah salah satu artis lawas tahun 1980-an, Bunda.

Meski sudah jarang terlihat di layar kaca, masih banyak netizen yang menjadikan Paramitha sebagai sosok yang dipuja. Bukan tanpa alasan, Paramitha telah memulai kariernya sejak berusia 6 tahun.

Selain jago berakting, wanita yang akrab disapa Mitha ini juga melebarkan sayapnya ke dunia tarik suara, Bunda. Selama masa sekolah menengah, ia bahkan menjadi penyanyi latar grup sang kakak, Ully Sigar Rusady.

Kerap muncul sebagai presenter, ia mulai merambah dunia akting lewat film Ranjau-Ranjau Cinta pada 1984. Ia juga membintangi dua film Catatan Si Boy pada 1990 dan 1991. Ia kemudian memulai debut sebagai bintang sinetron sejak 1993 lewat serial None.

Sejak saat itu, Paramitha Rusady terus memainkan berbagai judul sinetron. Ada lebih dari 30 judul serial TV Tanah Air yang pernah dibintanginya. Ia memainkan sinetron terakhirnya, Surga Yang Kedua pada 2016 lalu.

Saat ini, Paramitha tengah menikmati perannya sebagai bunda satu anak. Ia mengasuh sang putra, Adrian Tegar Maharaja Bago, yang beranjak remaja. Paramitha juga menduduki posisi sebagai Wakil Ketua Umum PARFI periode 2020-2025.

Karena memiliki paras yang cantik, banyak netizen penasaran dengan kisah cinta Mitha, Bunda. Wanita berusia 55 tahun ini ternyata sudah beberapa kali gagal dalam pernikahannya.

Pada tahun 2000, Paramitha Rusady memutuskan untuk menikah dengan aktor Gunawan Sudradjat. Sayangnya, pernikahan Mitha dan Gunawan hanya bertahan hingga tahun 2002.


Artis senior Paramitha Rusady sebelumnya menikah dan bercerai dengan aktor Gunawan, Bunda. Tak lama bercerai, Gunawan pun meminang seorang wanita yang akrab disapa Lala.

Kini, Gunawan tengah berbahagia dengan keluarga kecilnya yang dilengkapi oleh dua orang anak.

Tak hanya Gunawan, Paramitha Rusady juga kembali menemukan kebahagiaannya, Bunda. Ia menikah dengan pria bule asal Kroasia, yakni Nenad Bago.

Sebagaimana yang Paramitha akui, sang suami merupakan cinta pertamanya saat masih kecil. Dahulu, keduanya bertemu dalam satu sekolah di Jakarta Internasional dan sempat terlibat cinta monyet.

Usai berpisah selama 21 tahun, keduanya pun kembali dipertemukan dengan status sama-sama single. Hingga akhirnya, mereka pun memutuskan untuk membina rumah tangga bersama.

Ketika itu Nenad berganti nama menjadi Muhammad Hamja Akbar. Pernikahan mereka dikaruniai oleh satu orang anak. Namun sayangnya, rumah tangga mereka tak bisa terus bersama dan berakhir perceraian di pengadilan agama pada 2012.

Saat-saat melahirkan sang anak adalah saat yang paling luar biasa bagi Mitha, Bunda. Ia bahkan mengaku sampai mati suri.


Kisah persalinan luar biasa pernah dialami oleh Paramitha Rusady. Artis lawas itu pernah merasa seperti mati suri ketika melahirkan putra yang bernama Adrian Tegar Maharaja Bago pada 24 Mei 2007.

Paramitha melahirkan dalam usia yang sudah tidak muda, yakni 41 tahun. Ia melewati proses persalinan yang cukup sulit pada waktu subuh. Kala itu tidak banyak dokter yang berjaga di rumah sakit sehingga membuat keadaan semakin panik. Apalagi ia sempat mengalami pendarahan.

"Pendarahan, terus dokternya tuh cuma satu gitu. Karena waktu itu subuh jam 5 pagi, terus darahnya itu udah kayak air mancur gitu, terus dokter-dokter lain belum datang, panik banget mereka saat itu," tutur Paramitha di kanal YouTube Trans TV Official.

Kondisi artis yang eksis di era 80-an itu sangatlah kritis. Ia berada di ambang hidup dan mati, Bunda. Bahkan pihak keluarga harus memilih Paramitha atau anak yang harus diselamatkan. Kakak Paramitha, Ully Sigar Rusady sempat pingsan melihat kondisi Paramitha.

Pada akhirnya ia berhasil melahirkan si buah hati. Namun perjuangan Paramitha belum usai, Bunda. Ia jatuh koma selama 4 hingga 5 hari hingga dipasangkan alat pendeteksi jantung.

Selama keadaan koma, wanita 54 tahun itu tidak menyadari apapun. Ia merasa seperti mati suri dan telah melakukan perjalanan yang sangat panjang ketika terbangun.

"Kalau mati suri ya enggak tahu, tapi mengalami proses yang begitu sulit, jadi cuma bisa bersyukur dan bersyukur. Enggak tahu apa-apa, kayak long trip saja, anggap kayak naik mobil balap gitu," ungkapnya.

Sumber : haibunda.com

(*)
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar